581

Pertanian dan Perlindungan Tanaman

Kiat berguna untuk petani jagung

Hai Sahabat Petani Sejahtera!

Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya jagung:

jagung benih

Pemilihan Benih

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pemilihan benih menjadi salah satu hal terpenting dalam budidaya tanaman jagung. Penggunaan varietas unggul memiliki peran dalam daya tumbuh dan produktifitas tanaman. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan varietas:

  • Daya adaptasi terhadap tanah dan iklim
  • Produktifitas yang tinggi
  • Tahan terhadap OPT
  • Keseragaman pertumbuhan
  • Sesuai dengan keinginan pasar

Olah Tanah dan Pemeliharaan Tanaman

Selain benih, olah tanah juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan karena akan berdampak langsung pada pertumbuhan jagung. Tanah yang akan ditanami jagung harus mengandung unsur hara yang banyak dengan tingkat pH 5,6 – 7,5. Tanah yang ditanam harus bersih dari gulma agar nutrisi yang didapatkan tanaman jagung bisa maksimal terserap. Gunakan herbisida yang sesuai untuk membasmi gulma dan ikuti dosis serta waktu pengaplikasian yang sudah diarahkan. Jangan melebih-melebihkan karena efeknya terhadap tanah tidak akan baik.

Ketika tanaman sudah mulai tumbuh lakukan fase-fase pemeliharaan seperti; penyulaman, penjarangan, pembubunan, pemupukan dan pengairan secara terukur, terencana dan teratur. Pada fase pemeliharaan tanaman juga akan diserang berbagai macam penyakit dan hama. Gunakan fungisida dan insektisida yang sesuai dosis dan tepat sasaran.

Pemanfaatan teknologi presisi pertanian di era seperti saat ini juga sangat bermanfaat. Seperti pengaplikasian herbisida menggunakan drone untuk membersihkanan gulma sebelum penanaman benih, pemanfaatan IoT lainnya seperti penggunaan aplikasi guna mendapatkan informasi cuaca, serangan hama hingga harga komoditas.

Panen dan Pasca Panen

Ketika musim panen tiba hal pertama yang perlu dipastikan adalah tingkat kematangan jagung, salah satu indikasinya antara lain; kelobot telah berwarna kuning, biji sudah mengeras dan warnanya mengkilap serta ada titik hitam di pangkal biji (black layer), jika ditekan dengan ibu jari tidak meninggalkan bekas tekanan. Waktu panen sebaiknya disaat cuaca cerah dan tidak hujan agar proses pengeringan tidak mengalami kendala.

Sementara untuk menilai kualitas jagung yang dihasilkan dibutuhkan dua syarat, syarat kualitatif dan syarat kuantitatif. Berikut penjelesannya,

Kualitatif

  • Biji jagung harus bebas dari penyakit dan hama
  • Biji jagung harus bebas dari bau busuk, masam, apek dan bau-bau tidak sedap lainnya
  • Biji jagung harus bebas dari tanda-tanda adanya bahan kimia yang membahayakan, baik secara visual maupun secara organoleptic

Kuantitatif

No Komponen Mutu I Mutu II Mutu III
1 Kadar air (% maks.) 14 14 15
2 Butir rusak (% maks.) 2 4 6
3 Butir warna lain (% maks.) 1 3 7
4 Butir pecah (% maks.) 1 2 3
5 Kotoran (% maks.) 1 1 2

Poin terakhir yang juga penting pada proses ini adalah penyaluran hasil produksi. Hasil produksi bisa disalurkan melalui kemitraan usaha dengan perusahaan-perusahaan swasta, pedagang pengepul melalui POKTAN atau koperasi, pabrik pengolahan atau ke konsumen langsung memanfaatkan kanal pasar digital (marketplace) apabila hasil produksinya jagung langsung konsumsi.

Untuk tips dan informasi lainnya