106

Pertanian dan Perlindungan Tanaman

Solusi BASF untuk tanaman Kentang

Kentang adalah tanaman semusim yang memiliki umbi batang yang dapat di makan. Tanaman ini banyak ditemukan di dataran tinggi karena karakteristiknya yang menyukai iklim sejuk.

Di Indonesia, kentang (Solanum tuberosum L) merupakan salah satu jenis tanaman yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari konsumsi kentang di dunia. Dimana konsumsinya menempati urutan keempat setelah beras, gandum, dan jagung. Selain itu. Indonesia adalah negara penghasil kentang paling besar. Tanaman kentang dapat dikembangkan di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1300-1500 meter di atas permukaan laut. Sentra produksi kentang di Indonesia tersebar di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kendala hama yang sering dijumpai pada budidaya tanaman kentang adalah serangan hama ulat tanah (Agrotis ipsilon), Lalat penggorok daun (Liriomyza huidobrensis), uret, dan gangsir/beunceuh/kasir. Tanaman kentang juga dapat terserang penyakit busuk daun (Phytophtora infestans) dan bercak kering (Atlernaria Solani).

BASF memiliki portofolio sangat kuat untuk solusi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kentang, mudah di aplikasikan dan aman bagi tanaman dan lingkungan.

Dengan insektisida Regent® 0.3 GR, Rampage® 100 EC, dan Regent® 50 SC, fungisida Acrobat® 50 WP, Cabrio® 250 EC, Zampro® 525 SC, dan CabrioTop™ 60 WG, BASF memberikan solusi terpadu untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang.

Berikut ini adalah testimonial untuk Cabrio Top

Video testimonial dari Pak Deni, petani kentang