111

Pertanian dan Perlindungan Tanaman

Solusi BASF untuk tanaman kubis

Kubis adalah salah satu jenis sayuran yang mudah dijumpai di Indonesia. Kubis memiliki nama ilmiah Brassica Oleracea L. merupakan sayuran budidaya.

Daerah penghasil kubis terbesar di Indonesia ialah Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berdasarkan data statistik hasil produksi kubis di Indonesia per tahun berkisar 1.292.984 sampai 1.384.044. Salah satu daerah potensial penghasil kubis di Jawa Timur adalah daerah Batu. Daerah tersebut menghasilkan kubis sebanyak 105.637,92 ton per tahun dengan luas panen 606 ha. Karena harga yang fluktuatif luas panen dan hasil produksi pun cenderung berubah karena petani tidak ingin merugi sehingga beralih ke tanaman lain. Dari tahun 2008 sampai tahun 2011 terjadi penurunan produksi sebesar 28.34%.

Kendala hama & penyakit utama pada budidaya tanaman kubis adalah serangan hama ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana), serta penyakit akar ganda (Plasmodiophora brassioae).

Karena tingginya nilai ekonomis budidaya tanaman kubis, BASF sangat memahami pentingnya pengendalian hama dan penyakit pada tananaman kubis.

Dengan Insektisida Rampage® 100 EC, Regent® 50 SC, Ripcord® 50 EC, dan Fastac® 15 EC, BASF dapat memberikan solusi terpadu pengendalian hama pada tanaman Kubis.