Skip to main content
This site is best viewed using the current browser version of Chrome, Firefox, Safari, Edge. If you are using an out-of-date browser version or unsupported browser version, you may not experience the complete effect when viewing the site.

Tingkatkan Kualitas Panen Padi di Musim Tanam Utama Bersama BASF

Padi merupakan salah satu tanaman pertanian yang dapat ditanam kapan saja. Namun, menyesuaikan perawatan tanaman padi dengan karakteristik musim tanamnya akan dapat membantu menghasilkan panen padi yang berkualitas. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai musim tanam dan bagaimana memaksimalkan hasil panen padi saat musim tanam utama.

3 Kategori Musim Tanam

Berdasarkan pada ketersediaan jumlah airnya, musim tanam padi di Indonesia dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
1.    Musim Tanam Utama: November - Maret
Musim tanam ini dilakukan pada musim hujan, sehingga ketersediaan air sangat tinggi begitu pula dengan kelembapannya.
2.    Musim Tanam Gadu: April - Juli
Musim tanam ini memiliki ketersediaan air yang terbatas serta tidak memiliki sistem pengairan. Ketersediaan air hanya mengandalkan air hujan atau dengan sistem tadah hujan.
3.    Musim Tanam Kemarau: Agustus - Oktober 
Musim tanam kemarau memiliki jumlah panen yang cenderung lebih sedikit dan ketersediaan air yang terbatas. Namun, tetap dapat dilakukan dengan sistem pengairan yang bagus.

Memaksimalkan Hasil Panen Padi saat Musim Tanam Utama

Menanam padi saat musim tanam utama menjadi hal yang baik karena kebutuhan air dapat terpenuhi secara alami melalui air hujan. Namun, curah hujan yang terlalu tinggi apalagi jika disertai angin kencang juga bisa memberikan dampak sebaliknya, seperti:

  • Padi mudah rebah.
  • Padi rentan mengalami serangan hama dan penyakit.

Kedua kondisi tersebut akan memengaruhi kualitas hasil panen. Untuk mencegah terjadinya masalah tersebut,  ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Pilih bibit yang berkualitas, yaitu bibit yang tidak memiliki penyakit bawaan.
  • Lakukan persiapan lahan dengan benar, yaitu dengan pembersihan gulma, menggemburkan tanah, dan mengatur saluran irigasi.
  • Menggunakan pestisida untuk membantu mengendalikan serangan hama dan penyakit sejak fase awal tanam.
  • Lakukan pengawasan dan perawatan tanaman padi secara berkala agar bisa segera mengetahui adanya masalah, baik akibat faktor alam maupun serangan hama dan penyakit.
  • Atur sistem pengairan dengan benar agar kadar air berada dalam level sesuai yang dibutuhkan.

Persiapkan Musim Tanam Utama Padi Bersama BASF

Sebenarnya musim tanam apa pun memiliki potensi terjadinya serangan hama dan penyakit. Namun, curah hujan dan kelembapan yang tinggi saat musim tanam utama dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti:

1. Penyakit Hawar Pelepah Padi

Penyakit akibat jamur Rhizoctonia Solani yang dapat berkembang dengan sangat cepat pada area dengan kelembapan yang tinggi. Jamur ini dapat bertahan di tanah dan bisa menyebar melalui aliran air irigasi. Serangan jamur yang parah pada tanaman padi dapat membuat daun mengering dan batang menjadi rapuh.
Untuk mengatasinya, Sahabat Petani Sejahtera bisa menggunakan Cevya® dengan bahan aktif Mefentrifluconazole 400g/l dan teknologi Revysol Aktif yang membuatnya bisa bekerja lebih efektif untuk mengendalikan penyakit hawar pelepah padi.

2. Penyakit Blas

Penyakit akibat jamur Pyricularia oryzae yang dapat menginfeksi padi pada semua fase pertumbuhannya. Gejala penyakit ini akan berbeda tergantung pada fase terjadinya serangan jamur. Untuk penyebarannya, jamur ini dapat menyebar akibat angin dan bisa mencapai radius 2 km.
Untuk mengatasinya, Sahabat Petani Sejahtera bisa menggunakan Seltima® dengan formula inovatif yang bekerja secara sistemik, protektif, dan kuratif untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi. Selain itu, juga dapat membantu agar pengisian gabah dapat maksimal.


Penggunaan fungisida di atas dapat secara efektif membantu Sahabat Petani Sejahtera mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi di masa tanam utama. Namun, manfaatnya akan maksimal jika fungisida digunakan dengan cara yang tepat. Jika Sahabat Petani Sejahtera merasa kesulitan saat menggunakannya, bisa menghubungi kami untuk melakukan konsultasi.